Click here for Myspace Layouts

Senin, 08 April 2013


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Sebagai bagian terkecil ujaran atau teks, kalimat berstatus sebagai satuan dasar wacana yang bersangkutan. Artinya, wacana barulah mungkin terbentuk jika ada kalimat yang letaknya berurutan dan berdasarkan kaidah kewacanaan tertentu. Berkenaan dengan hal itu, pengenalan secara lebih seksama dan terpercaya terhadap kalimat sudah selayaknya bertolak dari bagian awal setiap wacana atau setidak-tidaknya dari bagian awal setiap paragraf atau alinea. Dapat dipastikan, bagian awal setiap wacana atau alinea adalah sebuah satuan kebahasaan yang disebut kalimat.
Berbahasa dengan lancar merupakan ciri dari seseorang akan kemampuannya untuk mengungkapkan segala persoalan yang dikandung. Proses pembelajaran aspek menulis didalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dikatakan berhasil apabila siswa dapat menyusun kalimat-kalimat dalam karangan secara efektif, mampu menyusun struktur kalimat secara benar, serta mampu mengungkapkan kalimat-kalimat yang sempurna.
Hal lain yang juga dapat dipastikan mengenai bagian awal itu adalah adanya keseluruhan ciri pada kalimat. Masalah seperti itulah yang menarik penulis untuk mengambil topik “ jenis kalimat menurut fungsinya” dalam penulisan makalah ini.

1.2        Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah:
1.              Mengetahui dan memahami tentang  jenis kalimat menurut fungsinya.

1.3        Fokus Penelitian
Adapun fokus penelitian dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.              Apa saja yang termasuk dalam jenis kalimat menurut fungsinya ?



1.4        Sistematika Penulisan
Sistematikanya adalah Bab I Pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, fokus penelitian, dan sistematika penulisan. Bab II Pembahasan terdiri dari jenis-jenis kalimat menurut fungsinya. Bab III Penutup Penutup terdiri atas simpulan dan saran. Daftar Pustaka.


























BAB II
PEMBAHASAN

2.1        Jenis Kalimat Menurut Fungsinya
Menurut fungsinya, jenis kalimat dapat dirinci menjadi kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat seru. Semua jenis kalimat itu dapat disajikan dalam bentuk positif dan negatif.
2.1.1 Kalimat Berita (Deklaratif)
Kalimat Berita (Deklaratif) adalah kalimat yang memberitahukan sesuatu dan pada umumnya menimbulkan tanggapan bagi pendengar atau pembaca yang berupa isyarat atau sikap. Ciri kalimat berita adalah intonasinya yang netral dan kalimat yang isinya mengabarkan atau menginformasikan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. Bentuk kalimat berita bersifat bebas boleh invers atau versi, aktif atau pasif, tunggal atau majemuk, dan sebagainya. Yang terpenting isinya merupakan pemberitaan.
Misalnya:
Positif :           Presiden Gus Dur mengadakan kunjungan ke luar negeri.
                        Tadi pagi ada tabrakan mobil di dekat Monas.
Indonesia menggunakan sistem anggaran berimbang.
Negatif :         Tidak semua bank memperoleh kredit lunak.
                        Tidak semua pejabat daerah korupsi.
                        Tidak semua nasabah bank mendapatkan kredit lunak.
Berita dibedakan atas tiga macam :
1.      Berita Kepastian
Contoh :
Paman akan datang besok pagi.
Kita akan berangkat ke bandara besok siang.
Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.


2.      Berita Pengingkaran
Contoh :
Bukan dia yang mengambil bukuku.
Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.
Saya tidak akan menghadiri rapat hari ini.
3.      Berita Kesangsian
Contoh :
Barangkali mereka tidak datang hari ini.
Guru itu kemungkinan tidak memiliki kinerja yang baik.
Bapak mungkin akan tiba besok pagi.
Contoh kalimat berita :
Perayaan HUT RI ke-60 berlangsung meriah.
Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.
Tadi siang terjadi tabrakan mobil di jalan tol cawang.
Terjadi perdebatan seru dalam diskusi bahasa Indonesia kemarin di kampus.
Saya tidak tahu kenapa orang itu selalu datang ke rumah kami.
Para peneliti memperlihatkan alur perkembangan kehidupan ulat.
2.1.2 Kalimat Tanya (Interogatif)
Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung suatu permintaan agar seseorang diberi tahu sesuatu karena ia tidak mengetahui sesuatu. Kalimat tanya bertujuan untuk mendapatkan informasi. Pertanyaan sering menggunakan kata tanya seperti bagaimana, dimana, mengapa, berapa, dan kapan.
Ciri-ciri kalimat tanya sebagai berikut :
1.      Menggunakan intonasi tanya
2.      Menggunakan tanda tanya (apa, siapa, bagaimana, dimana, kemana, kapan, berapa)
3.      Menggunakan partikel –kah
4.      Diakhiri dengan tanda tanya (?) pada bahasa tulis
Misalnya:
Positif :           Kapan Saudara berangkat ke Singapura?
Negatif :         Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan bestek yang disepakati?
Berdasarkan isi kalimat tanya dibedakan atas :
1.      Kalimat tanya biasa
Kalimat tanya biasa disebut kalimat tanya.
Contoh :
Siapa nama orang tua itu?
Kapan mereka pulang?
Siapa nama Anda?
2.      Kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban
Kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban disebut kalimat oratoris. Kalimat ini hanya digunakan untuk mempertegas maksud pembicara dan penulis saja.
Contoh :
Adakah orang yang tidak ingin bahagia?
Bukankah kau sendiri yang mengatakan itu?
3.      Kalimat tanya yang diakhiri dengan kata belum, bukan dan tidak disebut kalimat sebelum.
Contoh :
Kakakmu sudah wisuda bukan?
Kamu sudah makan, atau belum?
PR-mu dapat kau kerjakan, atau tidak?






2.1.3   Kalimat Perintah (Imperatif)
Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan menyuruh orang lain untuk melakukan atau berbuat sesuatu., dan reaksinya berupa tindakan. Kalimat perintah (Imperatif) dipakai jika penutur ingin “menyuruh” atau “melarang” orang berbuat sesuatu. Pada bahasa lisan kalimat ini berintonasi akhir menurun dan pada bahasa tulis kalimat itu diakhiri dengan tanda seru atau tanda titik. Kalimat perintah dapat dipilih lagi menjadi kalimat perintah suruhan, kalimat perintah halus, kalimat perintah permohonan, kalimat perintah ajakan dan harapan, kalimat perintah larangan, kalimat perintah pembicaraan.
Misalnya :
Positif :           Maukah kamu disuruh mengantarkan buku ini ke Pak Sahluddin !
Negatif :          Sebaiknya kita tidak berpikiran sempit tentang hak asasi manusia !
Ciri umum kalimat perintah berdasarkan bentuk dan isi :
1.      Menggunakan kata kerja yang mendukung isi perintah (biasanya menggunakan kalimat dasar)
2.      Menggunakan partikel –lah
3.      Memakai tanda (!) diakhir kalimat.
Kalimat perintah dibedakan menjadi 6 macam :
a.       Kalimat perintah kasar atau suruhan biasa jika pembicara menyuruh lawan bicaranya  berbuat sesuatu dengan ciri-ciri menggunakan kata kerja yang tidak berimbuhan.
Contoh :
Baca pengumuman itu sekali lagi !
Tidak menyebutkan nama orang yang diperintah !
Tunggu di sini !
Masuk !
b.      Kalimat perintah halus, jika pembicara tampaknya tidak memerintah lagi, tetapi menyuruh mencoba atau mempersilakan lawan bicara sudi berbuat sesuatu dengan ciri-ciri menggunakan akhiran –kan dan –lah
Contoh :
Ambilkan buku saya di meja !
Tunggu di sini sebentar !
Gantilah bajumu !
Tolonglah bawa sepeda motor itu ke bengkel !
Silahkan kamu pergi sekarang !
Keputusan itu hendaknya kamu perhatikan !
c.       Kalimat Permohonan dengan ciri jika pembicara, demi kepentingannya, minta lawan bicara berbuat sesuatu.
Contoh :
Minta ampun !
Minta maaf, Pak !
Mohon diterima dengn baik !
4.      Ajakan dan harapan jika pembicara mengajak atau berharap lawan bicara berbuat sesuatu.
Contoh :
Ayo, kita belajar !
Ayo, cari buku itu sampai dapat !
Mari kita belajar dari pengalaman !
Kalau tidak keberatan, antarkan saya pulang !
5.      Larangan atau perintah negatif, jika pembicara menyuruh agar jangan dilakukan sesuatu.
Contoh :
Jangan mencampuri urusan orang lain !
Jangan ada dusta diantara kita !
Jangan kau hiraukan tuduhannya !
Jangan membaca ditempat gelap !
Jangan berangkat hari ini !


6.      Pembiaran jika pembicara minta agar jangan dilarang dan dinyatakan dengan kata biar(lah) atau biarkan(lah)
Contoh :
Biarlah rasa ini saya pendam sendiri !
Biarkan kesedihan ini saya simpan sendiri !
Biarkanlah saya menanyai orang itu !
Biarkan saya yang menggoreng ikan !
2.1.4        Kalimat Seru (Eksklamatif)
Kalimat seru (eksklamatif) dipakai oleh penutur untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat, termasuk kejadian yang tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Pada bahasa lisan, kalimat ini berintonasi naik dan pada bahasa tulis ditandai dengan tanda seru atau tanda titik pada akhir kalimat. Kalimat seruan dipakai jika penutur ingin mengungkapkan perasaan yang kuat atau mendadak.
Secara formal ditandai oleh kata alangkah, betapa, atau bukan main pada kalimat berpredikat adjektival. Kalimat eksklamatif ini, yang juga dinamakan kalimat interjeksi biasa digunakan untuk menyatakan perasaan kagum atau heran.
Misalnya :
Positif :           Bukan main, cantiknya.
Negatif :          Aduh, pekerjaan rumah saya tidak terbawa.








BAB III
PENUTUP


3.1  Simpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dibahas di atas dapat disimpulkan bahwa Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).
Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. Dengan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang membedakan kalimat dengan frasa.
Jenis-jenis kalimat menurut fungsinya yaitu kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat seru.

3.2  Saran
Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang mata pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya dan penggunaan kalimat dalam bahasa Indonesia pada khususnya, yakni dengan cara:
1.       Meningkatkan belajar baik di sekolah, di rumah, maupun di luar rumah.
2.       Harus mengikuti pelajaran tambahan di sekolah.
3.       Dalam membuat suatu karya tulis, pergunakanlah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.






DAFTAR PUSTAKA


freeza.wordpress.com/2010/05/08/jenis-jenis kalimat/

persis89.blogspot.com/2009/12/jenis kalimat menurut fungsinya.html

mujikuat.blogdetik.com/2010/08/08/kalimat menurut fungsi/

id.wikibooks.org/wiki/subjek:bahasa_indonesia/materi:kalimat

dc309.4shared.com/doc/6XgDSQQ5J/preview.html

kotak-kabar.blogspot.com/2011/04/jenis-kalimat-menurut-fungsinya.html

Alwi, Hasan.2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka

Kurniaman,Otang. 2010. Teori dan Sejarah Sastra Indonesia. Pekanbaru: Cendekia Insani.
http://nandarthulo.blogspot.com/2011/08/jenis-jenis-kalimat.htmlas




Tidak ada komentar:

Posting Komentar